ArtikelBeritaLiterasiPratama Media News Lampung Utara

Antara NTT dan Jember, Realita Pahit Cinta Ismail

Jangan khawatir, mahkotamu hanya jatuh bukan hilang. Cuci dan pakailah kembali. Mari bertarung untuk bahagia.

Pratama Media News, Lampung Utara, Sabtu (14/9/2024) – Antara NTT dan Jember, Realita Pahit Cinta Ismail – Ismail Landa nekat mengejar cintanya hingga ke Jember, Jawa Timur. Namun, kisah cintanya berujung pahit.

Pemuda 27 tahun asal Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu nekat menyeberangi pulau demi kekasihnya yang dikenal di TikTok. Wanita yang telah memikat hatinya bernama Risa (22).

“Dulu kenal dengan dia (Risa) itu lewat TikTok. Terus berlanjut saling chat sampai akhirnya pacaran,” kata Ismail.

Risa merupakan warga Dusun Karanganyar, Desa/Kecamatan Tempurejo, Jember. Dia janda beranak 1 yang ditinggal suaminya sejak 3 tahun lalu.

Setelah berkenalan lewat aplikasi tersebut, singkat cerita Ismail dan Risa berpacaran meski tak pernah bertemu sebelumnya. Mereka berpacaran secara LDR.

“Ya karena saling suka akhirnya pacaran,” ucap Ismail.

Belakangan, video Ismail terlantar di Jember, viral di media sosial. Dia sempat ditampung di rumah warga setempat karena kekurangan uang.

Ismail adalah nelayan di kampungnya. Saat bekerja sebagai nelayan itulah, Risa memintanya agar berhenti dari profesinya sebagai nelayan karena kasihan.

Kemudian, pada Agustus 2024, Ismail beralih profesi dan merantau ke Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, untuk bekerja sebagai teknisi elektrik pada proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sebulan bekerja di IKN, Ismail menerima gaji pertama yang jumlahnya pas-pasan. Dengan gaji yang pas-pasan itulah, Ismail nekat berangkat ke Jember menggunakan kapal laut dari Balikpapan ke Surabaya. Dari Surabaya ke Jember, Ismail melanjutkan perjalanannya naik bus.

“Saya berangkat dari Kaltim itu sekitar tanggal 3 September kemarin, kemudian sehari setelahnya sampai di Surabaya. Dari Surabaya ke Jember naik bus dan sampai di Jember itu Kamis tanggal 5 September,” ujarnya.

Saat berangkat itulah, Ismail juga menjual handphone miliknya pada seorang sopir truk di kapal laut untuk tambahan ongkos perjalanan ke Jember.

“Uang yang saya bawa pas-pasan, terus juga gaji pertama dari IKN itu sudah kepotong uang makan. Jadinya ya HP yang saya punya dijual ke sopir truk,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Ismail, dirinya juga telah mengirimkan seluruh kontak sanak saudara yang berada di Kalimantan kepada Risa melalui chat WhatsApp untuk ia hubungi nanti ketika dapat pinjaman HP.

“Kontak nomor HP saudara di HP saya sebelumnya sudah saya kirim ke pacar saya, untuk jaga-jaga nanti kalau pas ada HP yang bisa dipinjam untuk menghubungi saudara saya nanti,” ucapnya.

Tujuan berangkat ke Jember, lanjut Ismail, untuk melamar Risa, pacarnya yang selama ini hanya bisa berkomunikasi lewat chat WhatsApp.

Ismail mengatakan dia mengetahui lokasi rumah pacarnya itu dari share location (shareloc) yang pernah diberikan pacarnya melalui chat.

Saat bertemu dengan pacarnya itulah, dirinya disambut baik. Kemudian, secara tiba-tiba, pacar dan keluarganya menolak dirinya.

“Awalnya disambut baik oleh pacar saya dan keluarganya, tapi kemudian nggak tahu kenapa tiba-tiba pihak keluarga dan pacar saya itu menolak,” kata Ismail.

“Alasannya karena dia (Risa) masih belum cerai secara sah dengan suaminya. Dan pihak keluarganya juga menolak saya,” sambungnya.

Dari situlah kemudian Ismail mengaku kecewa dengan Risa, karena sebelum dirinya berangkat ke Jember, pacarnya itu mengaku jika keluarga juga sudah setuju untuk dinikahi oleh Ismail.

Luka tak berdarah, ungkapan ini tepat disematkan untuk menggambarkan kisah cinta Ismail Langga pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjuangannya untuk menemui dan melamar kekasih di Jember, Jawa Timur terhalang restu keluarga perempuan.

Belum sembuh luka di hatinya, Ismail pun harus menerima kenyataan terluntang-lantung di kampung orang. Dia terpaksa menumpang tidur di masjid lalu dibantu warga untuk tempat tinggal sementara sebelum pulang kembali ke NTT.

Kisah cinta tanpa restu keluarga perempuan ini diunggah ulang akun Instagram @explorejember_ dari akun TikTok @.warditerate22 yang viral di medsos dan banyak direspons netizen.

“Kenal di TikTok pacaran 8 bulan, menepati janji untuk bertemu dan menuju hubungan yang lebih serius tapi itu hanya ilusi,” tulis keterangan video tersebut dikutip Kamis (12/9/2024).

Ismail bukan ditolak kekasihnya, melainkan keluarga perempuan. Hal ini terlihat dalam potongan video lain menayangkan momen sang kekasih menangis karena tidak direstui keluarga.

Dalam unggahan video Instagram @ntt.updat pada Rabu, (11/9/2024), tampak Ismail duduk berdampingan dengan sang gadis.

Sementara kerabat sang gadis memberi penjelasan dan nasehat sambil merekam video.

“Sebelumnya adik saya nggak jujur, nggak bilang sama keluarga sini kalau ada adik mau kesini kan. Kalau misalnya dari kemarin jujur bahwa ada orang, ada laki laki yang mau kesini mungkin kan kejadiannya nggak seperti ini,” ungkap kerabat sang gadis.

“Itu sudah,” jawab Ismail.

Dalam video unggahan akun TikTok @warditerate22, Ismail menangis saat berpamitan dengan keluarga gadis tersebut dan ismail diantarkan ke terminal oleh pak RT juga diberi biaya untuk pulang ke kampung halamannya.

Warganet memberi komentar beragam. Ada yang mengapresiasi hingga memberi semangat, namun ada pula yang menertawakan unggahan itu.

Akun @timormanise_ menulis, “Cinta Ismail bertepuk sebelah tangan gara2 hubungan jarak jauh. “Itu Sudah”.

Sementara akun @othand.yohanes juga menulis, “Dia telah menunjukan jati diri laki-laki NTT, big Respect bro????”

Akun lain, Ig@ntt.update menulis, “Jangan khawatir, mahkotamu hanya jatuh bukan hilang. Cuci dan pakailah kembali. Mari bertarung untuk bahagia” (Prie/PMN)

***

Judul: Antara NTT dan Jember, Realita Pahit Cinta Ismail
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button