BeritaEkonomiNasionalPratama Media News Lampung Utara

Mendagri dan Menkeu Bahas Optimalisasi Implementasi Program Strategis Nasional serta Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah: Lampung Utara Masuk 10 Besar Kabupaten dengan Pendapatan Tertinggi Nasional

Pada tingkat kabupaten, Lampung Utara berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten dengan realisasi pendapatan tertinggi secara nasional, bersama Sumbawa Barat, Lebak, Wonogiri, Kulon Progo, Magetan, Pati, Tanah Laut, Tegal, dan Batang.

Pratama Media News, Jakarta,.Kamis (31/7/2025) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (30/7/2025). Pertemuan tersebut membahas optimalisasi pelaksanaan program strategis nasional, sekaligus pemantauan progres realisasi pendapatan dan belanja daerah di seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pelaksanaan berbagai program strategis nasional berjalan optimal. Program-program tersebut di antaranya meliputi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta sejumlah program prioritas lainnya yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Mendagri Tito menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi program strategis nasional sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor serta komitmen pemerintah daerah (Pemda). Untuk itu, Kemendagri terus berupaya memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan kepada Pemda sesuai dengan kewenangannya, agar pelaksanaan program-program strategis berjalan efektif dan sesuai harapan.

“Program-program strategis ini memerlukan dukungan nyata dari pemerintah pusat, sekaligus keseriusan dari pemerintah daerah dalam eksekusinya. Misalnya dalam hal infrastruktur, bila Kementerian Pekerjaan Umum dapat mengeksekusi seluruh rencana dan mencakup seluruh wilayah, maka saya yakin publik akan sangat mendukung,” ujar Mendagri.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga memaparkan data realisasi pendapatan dan belanja daerah per 29 Juli 2025 di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Secara nasional, realisasi pendapatan mencapai 46,24 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (31 Juli 2024) sebesar 52,91 persen. Adapun realisasi belanja tercatat sebesar 37,22 persen, juga lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 44,75 persen.

Meski demikian, sejumlah daerah mencatatkan kinerja pendapatan yang tinggi. Pada tingkat kabupaten, Lampung Utara berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten dengan realisasi pendapatan tertinggi secara nasional, bersama Sumbawa Barat, Lebak, Wonogiri, Kulon Progo, Magetan, Pati, Tanah Laut, Tegal, dan Batang.

Untuk tingkat provinsi, 10 daerah dengan pendapatan tertinggi adalah: Papua Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Bali, Gorontalo, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

Sementara untuk tingkat kota, tercatat Banjarbaru, Denpasar, Banjarmasin, Tangerang Selatan, Solok, Baubau, Sawahlunto, Batam, Yogyakarta, dan Tangerang sebagai 10 kota dengan pendapatan tertinggi.

Sebaliknya, pemerintah juga mencatat 10 daerah dengan realisasi pendapatan terendah. Untuk provinsi: Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Kalimantan Tengah, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Jambi, Aceh, Papua Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara. Untuk kabupaten: Raja Ampat, Halmahera Utara, Ende, Simeulue, Konawe Utara, Manokwari Selatan, Muna Barat, Sorong, Kotabaru, dan Morowali. Sementara tingkat kota meliputi: Sorong, Lubuk Linggau, Samarinda, Gorontalo, Bontang, Subulussalam, Kupang, Prabumulih, Gunungsitoli, dan Pematangsiantar.

Mendagri juga mengungkapkan daftar 10 daerah dengan realisasi belanja tertinggi. Di tingkat provinsi, yaitu: Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Barat.
Pada tingkat kabupaten: Pati, Ciamis, Asahan, Buleleng, Purbalingga, Kulon Progo, Pacitan, Karanganyar, Magetan, dan Garut.
Sedangkan untuk kota: Sukabumi, Serang, Sawahlunto, Banjar, Banda Aceh, Pariaman, Tanjungpinang, Cimahi, Tegal, dan Bogor.

Adapun daerah dengan realisasi belanja terendah di tingkat provinsi yaitu: Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Sumatera Utara.
Untuk kabupaten: Kepulauan Aru, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, Keerom, Raja Ampat, Tambrauw, Ende, Murung Raya, Halmahera Utara, dan Dogiyai.
Sementara di tingkat kota: Manado, Subulussalam, Makassar, Pekanbaru, Balikpapan, Pagaralam, Tanjungbalai, Sorong, Lubuk Linggau, dan Bima.

Pertemuan antara Mendagri dan Menkeu ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi fiskal pusat-daerah dan menjaga kesinambungan program pembangunan nasional, dengan menempatkan transparansi dan efektivitas anggaran sebagai salah satu pilar utama. (Romli Moershaf/PMN).

Judul: Mendagri dan Menkeu Bahas Optimalisasi Implementasi Program Strategis Nasional serta Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah: Lampung Utara Masuk 10 Besar Kabupaten dengan Pendapatan Tertinggi Nasional
Sumber: Puspen Kemendagri
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button