AdvertorialArtikelBeritaHobi dan Gaya HidupPratama Media News Lampung UtaraWirausaha

DPC Oriq Jaya Lampung Utara Gelar Festival Burung Berkicau

"Untuk dapat mengoptimalkan ke 3 kriteria dasar penilaian lomba burung kicau di atas, Marwan Affandi atau yang akrab disapa Pepen menambahkan memang sudah selayaknya diterapkan lomba burung kicau tanpa teriak. Agar kualitas irama lagu burung burung yang dilombakan, benar benar dapat optimal dinilai dengan baik oleh para juri"

Pratama Media News, Lampung Utara, Kamis (19/10/2023) – DPC Oriq Jaya Lampung Utara Gelar Festival Burung Berkicau – Gelaran kontes/festival/lomba burung berkicau ini akan dilaksanakan pada Minggu (22/10/2023) dengan mengambil lokasi di “Gantangan Stadion Enterprise”, Jalan Etshiko Siomi Kelurahan Kelapa Tujuh atau Komplek Stadion Sukung Kotabumi Lampung Utara.

Dalam kesempatan itu, Imung Mungguh mengatakan bahwa pameran dan lomba burung berkicau tersebut diharapkan dapat memupuk kecintaan masyarakat kota Kotabumi Lampung Utara khususnya dan masyarakat provinsi Lampung umumnya dalam melestarikan keberadaan burung khususnya yang dilindungi.

“Saya berharap melalui lomba dan pameran burung berkicau ini dapat memicu semangat semua pihak untuk turut serta melestarikan keberadaan burung agar eksistensinya tetap terjaga, jangan sampai mengalami kepunahan,” kata Mungguh selaku Sekretaris DPC Oriq Jaya Lampung Utara.

Logo EO Oriq Jaya Lampung – (Sumber: DPC Oriq Jaya Lampung Utara)

Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar kegiatan semacam ini terus berkelanjutan, karena selain menjaga ekosistem burung, juga sebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat kota Kotabumi, dan tidak menutup kemungkinan dari luar kota Kotabumi sehingga dapat menjadi nilai ekonomi kreatif tersendiri.

“Lomba yang diadakan ini memberikan dampak positif bagi pemilik burung karena mempunyai nilai ekonomis tinggi yang dapat memberi keuntungan kepada masyarakat secara ekonomis,” jelasnya lagi mewakili Marwan Affandi, S.H., selaku Ketua DPC Oriq Jaya Lampung Utara.

Adapun jenis burung berkicau yang diperlombakan dan di-kontes-kan adalah Murai Batu (Dewasa dan Junior), Love Bird (Dewasa dan Junior), Konin, Kacer, Kenari. Pada kontes (perlombaan) ini nantinya akan di pimpin oleh tim juri Event Organizer (EO) Oriq Jaya.

Jadual Lomba Burung Kicau oleh DPC Oriq Jaya Lampung Utara, Minggu (22/10/2023) di Stadion Sukung Kotabumi Lampung Utara – (Sumber: DPC Oriq Jaya Lampung Utara)

Pada tempat yang terpisah, Marwan Affandi selaku ketua DPC Oriq Jaya Lampung Utara menjelaskan, para peserta lomba burung yang mulai menjejakkan kakinya di arena lomba, di samping selain harus berkonsentrasi membentuk burung nya agar tampil bagus dilomba, sebaiknya juga harus mengetahui apa saja yang menjadi kriteria dasar penilaian lomba burung kicau.

Hal ini menjadi suatu yang sangat penting, agar peserta lomba bisa memfokuskan perawatan burung pada poin-poin utama yang menjadi penilaian, sehingga nantinya akan dikatakan sebagai yang terbaik.

Jadual Lomba Burung Kicau oleh DPC Oriq Jaya Lampung Utara, Minggu (22/10/2023) di Stadion Sukung Kotabumi Lampung Utara – (Sumber: DPC Oriq Jaya Lampung Utara)

Ada 3 kriteria dasar penilaian lomba burung kicau yang kemudian menjadi dasar penilaian lomba burung kicau yang sudah sejak lama disepakati bersama oleh semua EO burung kicau. Ketiga kriteria dasar penilaian tersebut adalah irama dan lagu, volume dan suara, serta fisik dan gaya.

1. Irama dan Lagu
Irama dan lagu ini menjadi penilaian utama dalam ajang lomba burung kicau. Irama lagu adalah suatu bunyi yang memiliki alunan nada dengan tempo ketukan yang teratur dan serasi.

Irama lagu meliputi kombinasi naik turun nya nada, kombinasi panjang pendek nya nada, dan permainan speed irama yang menjadi harmoni selaras dan enak di dengar (tidak fals).

Irama lagu yang baik adalah irama lagu yang lengkap (bervariasi, keaktifan bunyi atau gacor, ada tonjolan permainan speed ritme lagu, spasi nada, isian-isian yang sesuai dengan nada-nada yang lain, dan tidak terpotong-potong serta tidak diulang-ulang).

Jenis-jenis Sangkar Burung produksi Oriq Jaya – (Sumber: DPC Oriq Jaya Lampung Utara)

Irama lagu juga harus membentuk keserasian bunyi yang harmonis. Di samping itu, burung harus rajin melantunkan irama-irama lagu yang memukau sewaktu mengikuti lomba burung kicau. Terlalu lama ngetem dan sering ngetem atau kurang rajin berkicau, menjadi salah satu aspek penilaian di poin ini.

2. Volume dan Suara
Volume suara di sini bukanlah berarti powernya atau kerasnya suara burung saja, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas suara burung tersebut. Bukan volume suara yang paling keraslah yang paling baik, tetapi harus ada unsur-unsur lainnya seperti kemerduan suara.

Kualitas volume suara burung yang baik adalah suara yang empuk (medium) tidak cempreng, bersih (kristal) tidak parau, dan bersuara nyaring (lantang).

Jenis-jenis Sangkar Burung produksi Oriq Jaya – (Sumber: DPC Oriq Jaya Lampung Utara)

3. Fisik dan Gaya
Ada dua poin yang akan dilihat dalam penilaian ini, yaitu fisik dan gaya. Untuk penilaian fisik, dapat dilakukan dengan penglihatan secara langsung, artinya pada saat lomba burung kicau harus sehat, tidak ada cacat (burung dalam kondisi utuh), warna bulu burung yang baik dan sempurna, dan hal hal lain yang bisa terlihat.

Terkadang kalau juri mengetahui ada kecacatan pada burung, meskipun burung tersebut masuk nominasi koncer, walaupun sebenarnya juara I, namun karena ada cacat, tetap tidak bisa juara I.

Untuk penilaian gaya, sangat dinamis tergantung masing masing karakter jenis burung. Tapi intinya, penilaian dititikberatkan pada gaya burung saat berkicau di atas tangkringan, sehingga mampu tampil menarik. Burung dapat nagen atau anteng berkicau tanpa loncat atau pun ngruji (njeruji).

Penilaian lomba burung kicau adalah sama seperti perlombaan burung bernyanyi, lomba burung kicau dapat diartikan juga lomba seni suara burung, tentunya yang menjadi penilaian paling utama adalah kualitas berkicaunya burung.

Untuk dapat mengoptimalkan ke 3 kriteria dasar penilaian lomba burung kicau di atas, Marwan Affandi atau yang akrab disapa Pepen menambahkan memang sudah selayaknya diterapkan lomba burung kicau tanpa teriak. Agar kualitas irama lagu burung-burung yang dilombakan, benar-benar dapat optimal dinilai dengan baik oleh para juri.

Ketika ditanya oleh Pratama Media News tantang harapan lain pada pelaksanaan event / kontes / festival / lomba burung berkicau ini, Imung Mungguh berharap semoga peserta yang hadir nantinya bukan hanya dari Kotabumi Lampung Utara saja melainkan juga pecinta burung kicau dari luar kabupaten Lampung Utara.

Jenis piala yang akan dibagikan pada Lomba Burung Kicau oleh DPC Oriq Jaya Lampung Utara, Minggu (22/10/2023) di Stadion Sukung Kotabumi Lampung Utara – (Sumber: DPC Oriq Jaya Lampung Utara)

“Dan Insya Allah jika tidak ada halangan pada saat pembukaan nanti akan hadir juga ketua DPW Oriq Jaya, Romi Ferizal, S.T. M.T., Kapolres Lampung Utara, juga Ka Kimal Lampung Utara,” ucap Mungguh.

Kemudian untuk informasi lomba serta ketentuan lainnya, Mungguh menambahkan dapat dilihat pada brosur/flyer yang telah disebarkan, atau dapat juga langsung menghubungi WhatsApp miliknya +62 812-7228-6865 dan Messenger pada akun Facebook Imung Mungguh, pungkas Mungguh. (Prie/PMN-LU)

***

Judul: DPC Oriq Jaya Lampung Utara Gelar Festival Burung Berkicau
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button