ArtikelHiburanPratama Media News Lampung Utara

63 Kreatif Gelar Halalbihalal di Hosen’s Culinery Tangerang Selatan.

Mereka saling berbagi cerita, memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi setelah bulan Ramadan yang penuh berkah. Diantara mereka juga ada yang berbagi cinderamata sebagai kenangan yang menambah keseruan acara halalbihalal tersebut

Penulis: Prie    |    Editor: Suprianto

Pratama Media New, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (19/4/2025) – 63 Kreatif Gelar Halalbihalal di Hosen’s Culinery Tangerang Selatan Setiap kali Idulfitri tiba, ada satu tradisi khas yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, yakni halalbihalal. Momen ini bukan sekadar ajang saling mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin”, tapi juga sarana mempererat tali silaturahmi yang sempat renggang karena kesibukan atau bahkan perbedaan.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Biasanya, halalbihalal dilakukan dengan berkunjung ke rumah tetangga, saudara, atau kerabat. Ada pula yang menggelarnya di tempat-tempat umum seperti masjid, balai warga, hingga aula perkantoran. Apa pun tempatnya, esensinya tetap sama, “menyambung hati dan saling memaafkan”.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Menariknya, meski istilah halalbihalal berasal dari bahasa Arab, tradisi ini lahir dan berkembang di tanah air. Kata ini bahkan telah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang mendefinisikannya sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya dilakukan di sebuah tempat oleh sekelompok orang”. Dalam pengertian yang lebih luas, halalbihalal adalah simbol dari silaturahmi dalam suasana lebaran.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Istilah halalbihalal itu sendiri mulai populer di Indonesia sejak tahun 1948. Dikisahkan pada saat itu kondisi politik Indonesia sedang tidak harmonis. Bung Karno saat itu bingung bagaimana cara mempertemukan para tokoh politik yang saling berselisih.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, lalu memberikan saran untuk mengundang para tokoh tersebut untuk halalbihalal. Maka, saat Idulfitri, Bung Karno menggelar acara silaturahmi di Istana Negara dan memberi nama acara tersebut “Halalbihalal”.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Para tokoh yang awalnya saling bersitegang, akhirnya duduk bersama dan berdialog. Sejak saat itu, istilah halalbihalal mulai dipakai secara resmi, terutama dalam lingkungan pemerintahan, dan lambat laun menyebar luas ke masyarakat umum.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Halalbihalal bukan hanya ritual basa-basi. Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dalam menyelesaikan konflik dan mempererat persaudaraan. Di tengah dunia yang semakin individualis, halalbihalal jadi pengingat bahwa menjaga hubungan baik adalah bagian dari ibadah dan budaya luhur bangsa.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Kini, halalbihalal juga merambah ke dunia digital, seperti yang digelar oleh grup WhatsApp “63 Kreatif” pada Sabtu (19/4/2025) di Hosen’s Culinary, Jl. Ir. H. Juanda No. 17, Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Grup WhatsApp “63 Kreatif” merupakan sekumpulan orang dewasa yang rata-rata berdomisili di Jabodetabek, namun tidak sebatas itu, grup ini juga mempunyai anggota yang berasal dari Provinsi Lampung dan Sumedang Jawa Barat, yang kesemua anggotanya memiliki jiwa seni.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Pada perjalanan waktu yang telah dilalui grup ini telah berhasil menggelar acara Lomba Menyanyi Usia 40 Plus bertajuk “Usia hanyalah angka, tapi semangat tetap menyala” di Museum Layang Layang Indonesia, Jl. H. Kamang No.38 8, RT.8/RW.10, Pondok Labu, Cilandak, Kota Jakarta Selatan, pada 5 Oktober 2024 yang lalu dengan sukses.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

WAG 63 Kreatif-pun direncanakan akan menggelar Lomba Karaoke Usia 50 Plus pada 29-31 Mei 2025 di Gerai Lengkong Jl. Skki, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Flyer Lomba Karaoke Usia 50 Plus oleh 63 Kreatif – (Sumber: Prie/PMN)

Acara halalbihalal berlangsung dengan meriah, canda tawa memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban di antara para anggota yang sempat hadir.

Suasana halalbihalal yang digelar oleh 63 Kreatif di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) – (Sumber: Prie/PMN)

Mereka saling berbagi cerita, memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi setelah bulan Ramadan yang penuh berkah. Diantara mereka juga ada yang berbagi cinderamata sebagai kenangan yang menambah keseruan acara halalbihalal tersebut. Acara dilanjutkan dengan makan bersama dan hiburan dengan bernyanyi bersama.***

Suasana halalbihalal yang digelar oleh “63 Kreatif” di Hosen’s Culinary, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/4/2025) bisa Anda simak melalui vidio youtube Pratama Media News di bawah ini:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button