BeritaEkonomiPratama Media News Lampung Utara

PT Teguh Wibawa Bhakti Persada Kembali Beroperasi, Petani Senang namun Supir Singkong Keluhkan Permainan “Jasa Antrian”

Di balik kabar baik tersebut, keluhan dari para supir pengangkut singkong justru semakin menguat. Mereka mengaku harus menghadapi antrean panjang dan tidak adil akibat praktik percaloan di dalam area pabrik, nomor belakang masuk duluan.

Pratama Media News, Lampung Utara, Rabu (29/10/2025) — Setelah sempat menghentikan operasionalnya, perusahaan pengolahan tepung tapioka PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP) di Jalan Lintas Sumatra, Desa Blambangan, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara akhirnya kembali berproduksi.

Suasana antrean panjang truk pengangkut singkong di area masuk pabrik PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP), Desa Blambangan, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara. Para supir tampak menunggu giliran masuk untuk menimbang muatan di tengah keluhan adanya praktik “jasa antrian” – (Sumber foto: Suhaili Vijay/PMN).

Kabar ini disambut gembira oleh para petani singkong. Selama beberapa pekan sebelumnya, mereka mengalami kerugian lantaran hasil panen membusuk akibat sejumlah pabrik di Lampung tutup dan buka secara tidak menentu.

Keluhan Supir Menguat: “Nomor Belakang Masuk Duluan”

Di balik kabar baik tersebut, keluhan dari para supir pengangkut singkong justru semakin menguat. Mereka mengaku harus menghadapi antrean panjang dan tidak adil akibat praktik percaloan di dalam area pabrik.

Sejumlah petani dan supir pengangkut singkong berkumpul di area pabrik PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP), Lampung Utara, untuk menyampaikan keluhan terkait operasional pabrik yang dinilai sering buka–tutup tanpa jadwal yang jelas, sehingga berdampak pada kerugian biaya dan kerusakan kualitas singkong – (Sumber foto: Suhaili Vijay/PMN).

“Nomor antrean 45 sampai 60 belum ditimbang, tapi tiba-tiba nomor 80-90 sudah masuk lebih dulu. Katanya karena pakai jasa,” ujar seorang supir yang mengeluh panjangnya antrean dan biaya tambahan selama menunggu.

Supir lainnya menyebut, jika sampai menginap berhari-hari karena antrean tidak bergerak, mereka harus mengeluarkan biaya keamanan lagi, sehingga menambah beban operasional.

Diduga Ada Oknum Bermain di Sistem Antrian

Pantauan di lokasi menunjukkan kehadiran oknum yang menawarkan “jasa masuk cepat” kepada supir. Dugaan keterlibatan pihak keamanan internal dan calo lapangan pun menyeruak, sebab kendaraan titipan kerap bisa masuk tanpa mengikuti antrean resmi.

Kepala Desa Blambangan, Adi Kurniawan, saat memimpin rapat bersama para kepala desa, perwakilan petani, dan supir pengangkut singkong untuk membahas keluhan terkait operasional pabrik PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP) yang dinilai sering buka–tutup tanpa jadwal pasti, di Balai Desa Blambangan, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara – (Sumber foto: Suhaili Vijay/PMN).

Hal ini membuat banyak kendaraan luar daerah enggan memasok singkong ke TWBP karena merasa rugi waktu dan biaya.

Menanggapi situasi ini, Personalia PT TWBP, Kosasih, menegaskan pihak perusahaan tidak pernah mengizinkan praktik semacam itu.

“Kami minta dihapus. Tidak ada lagi jasa-jasa antrian. Jika masih ada yang bermain, kami berharap aparat penegak hukum turun ke lokasi,” tegasnya.

Seorang petani singkong bernama Rusli menyampaikan pendapatnya dalam audiensi bersama para kepala desa dan pihak pengelola pabrik PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP) di Balai Desa Blambangan, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara. Pertemuan tersebut membahas keluhan petani terkait operasional pabrik yang dinilai sering buka–tutup tanpa jadwal jelas sehingga merugikan para petani dan supir pengangkut singkong – (Sumber foto: Suhaili Vijay/PMN).

Kosasih juga menyebut, sistem antrean resmi telah disepakati melalui rapat bersama Danramil dan tujuh kepala desa setempat. Namun, aturan itu masih sering dilanggar oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi.

Kosasih menambahkan, ketertiban antrean bukan hanya demi kenyamanan supir, tetapi juga untuk memastikan pasokan singkong tidak terhambat.

“Kalau kacau terus, petani dan perusahaan sama-sama rugi,” ucapnya.

Para supir juga berharap TWBP lebih tegas menindak para pelanggar aturan di area perusahaan.

Kosasih selaku Personalia PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP) saat memberikan penjelasan kepada Pratama Media News terkait keluhan adanya praktik “jasa antrian” yang merugikan para supir pengangkut singkong di area pabrik – (Sumber foto: Suhaili Vijay/PMN).

“Aturan sudah ada, tinggal dijalankan. Jangan sampai antrian berubah jadi gaduh setiap hari,” kata salah satu supir.

Pratama Media News akan terus mengikuti perkembangan informasi ini dan menunggu langkah konkret pihak perusahaan serta aparat penegak hukum untuk menertibkan situasi. (Suhaili Vijay/PMN).

Judul: PT Teguh Wibawa Bhakti Persada Kembali Beroperasi, Petani Senang namun Supir Singkong Keluhkan Permainan “Jasa Antrian”
Editor: Suprianto

https://youtu.be/jjdPcZ5rRoU?si=pfcLNmrMUbAp0D6j

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button