Class of TK dan SD IT Baitul Insan Pesawaran: “Weaving Hope for A Brilliant Future”
Weaving Hope for A Brilliant Future bukan sekadar semboyan. Ini adalah ikhtiar kami dalam menanamkan harapan dan membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan berakhlak Qur’ani.

Pratama Media News, Bandar Lampung, Rabu (18/6/2025) — Gedung “Taman Budaya” Bandar Lampung menjadi saksi kebahagiaan dan semangat para siswa TK dan SD Islam Terpadu (IT) Baitul Insan Kabupaten Pesawaran dalam acara “Class of TK dan SD IT Baitul Insan 2025”. Mengangkat tema “Weaving Hope for A Brilliant Future” atau “Merajut Harapan untuk Masa Depan Gemilang”, acara ini menjadi momentum pelepasan sekaligus perayaan atas tumbuh kembang anak-anak yang selama ini dibina dengan cinta dan nilai-nilai Islami, pada Rabu (18/6/2025).
Dihadiri oleh para wali murid dan dewan guru, acara ini dirangkai dengan berbagai penampilan siswa-siswi, mulai dari hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an, tarian daerah, hingga pertunjukan menyanyi. Setiap penampilan disambut meriah oleh para penonton, mencerminkan hasil dari proses pendidikan yang penuh perhatian dan dedikasi.
Tema “Weaving Hope for A Brilliant Future” menjadi simbol dari proses pendidikan di Baitul Insan — sebuah proses merajut nilai, ilmu, dan akhlak sejak dini, demi menciptakan masa depan yang gemilang bagi anak-anak. Tidak hanya menumbuhkan kecerdasan, tetapi juga karakter dan keimanan.
Salah satu bagian yang paling berkesan adalah saat pemandu acara memanggil nama-nama siswa satu per satu ke panggung, disertai dengan penyebutan cita-cita mereka. Dari atas panggung, para siswa mengungkapkan harapan dan impian mereka, mulai dari menjadi dokter, guru, hingga penari profesional.
Salah satunya adalah Ratu Syaqila Khumaira (7), siswi TK yang tampil anggun dalam balutan seragam acara. Saat diwawancarai usai tampil, ia menyampaikan mimpinya dengan percaya diri:
“Aku ingin jadi Polwan biar bisa bantu orang-orang dan menjaga keamanan,” ujar Ratu dengan mata berbinar.
“Sekolah di sini seru, bisa hafalan, belajar menari, dan sering tampil. Aku senang sama bu guru dan teman-teman,” lanjutnya polos.
Kebanggaan juga datang dari orang tua siswa. Karima Gusti, wali murid dari Ratu Syaqila, menyampaikan rasa haru atas perkembangan putrinya:
“Saya sangat terharu, apalagi saat namanya dipanggil di panggung. Syaqila semakin percaya diri dan punya semangat besar untuk menggapai cita-citanya. Terima kasih kepada para guru yang telah membimbingnya dengan penuh kasih.”
Dalam sambutannya, Pimpinan Yayasan Baitul Insan turut menegaskan makna penting dari tema tahun ini:
“Weaving Hope for A Brilliant Future bukan sekadar semboyan. Ini adalah ikhtiar kami dalam menanamkan harapan dan membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan berakhlak Qur’ani.”
Acara “Class of TK dan SD IT Baitul Insan” bukan sekadar perpisahan, tetapi perayaan atas semangat belajar, dukungan orang tua, serta komitmen lembaga pendidikan dalam mengantar anak-anak menuju masa depan penuh cahaya. (Prie/PMN).![]()
Judul: Class of TK dan SD IT Baitul Insan Pesawaran: “Weaving Hope for A Brilliant Future”
Editor: Suprianto




