ArtikelMusikPratama Media News Lampung Utara

Tentang Aku, Jogja, dan Kamu

Pesan almarhumah istri saya: "Bawalah anak kita jika sudah dewasa ke Jogya, dan ceritakan bahwa ibunya punya banyak cerita di kota ini."

Pratama Media News, Jogyakarta – Tentang Aku, Jogja, dan Kamu – Kalimat “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan” merupakan petikan dari puisi karya penyair Joko Pinurbo (JokPin). Yang kemudian viral dan menjadi semacam lagu kebangsaan.

Faktanya memang di Jogja banyak angkringan. Walaupun sekarang sebagian “dinaikkelaskan” menjadi bergaya kafe, di ujung-ujung kampung masih bisa ditemukan the real angkringan. Berarti angkringan masih valid disebut sebagai bahan pembuat Jogja.

Lalu, bagaimana halnya dengan rindu dan pulang?

Saya yakin, orang-orang yang punya kenangan menyenangkan di Jogja pastilah punya setumpuk rindu. Entah rindu nongkrong di angkringan? Entah rindu menikmati gudhegnya? Atau, entah rindu pada apa pun itu.

Sebab konon bagi tiap orang yang pernah tinggal di Jogja, semua sudut Jogja itu romantis. Dengan demikian, wajar kalau Jogja terasa “rinduable” untuk banyak orang.

Perkara rindu tersebut hendak disimpan saja atau segera dituntaskan dengan cara pulang (berkunjung) ke Jogja, tentu tergantung pada kondisi masing-masing.

Sementara tiap keputusan terkait rindu itu punya dasar pertimbangan. Ada yang terpaksa menyimpan saja rindunya, sebab kini berdomisili di tempat yang sangat jauh dari Jogja.

Banyak musisi yang kemudian menciptakan lagu tentang penggambaran Jogya. Baik tentang kota tersebut, tentang suasana hati, tentang kenangan, tentang sudut-sudut kota Jogya, termasuk di Sayidan.

“Tentang Aku, Jogya, dan Kamu” adalah sebuah lagu karya “Bait Nugraha”. Pada unggahan di channel youtube, lagu tersebut banyak mendapat komentar dari netizen.

Ada yang menulis, Pesan almarhumah istri saya: “Bawalah anak kita jika sudah dewasa ke Jogya, dan ceritakan bahwa ibunya punya banyak cerita di kota ini,” tulis akun @ekopramono7793 pada kolom komentar lagu tersebut.

“Aku masih menepati janji untuk ke jogja, fal,” tulis @melonxixi5056.

“emang bener kata orang orang setiap sudut jogja adalah istimewa, baru 2hari gua kejogja tahun kemarin tapi udah jatuh cinta sejatuh jatuhnya sama jogja,” tulis @dwihaztari9182.

“Haii kota istimewa, kota teromantis yang aku tau dalam hidupku … Aku rindu, sangat rindu setiap sudut sejarahmu … Hujan yang aku rasa berbeda saat aku menikmatinya bersama santunnya senyummu … Hai jogja aku pasti kembali tolong tunggu dan semoga kau masih memiliki tempat jika ingin tinggal dan menikmati setiap hangatnya suasana bersama semangkuk kecil wedang jahe kesukaanku ….,” tulis @wetaofficial9054.

Masihkah Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang dan Angkringan? Tak jadi soal, asalkan selalu izinkan aku untuk pulang kembali ke kotamu.***

Judul: Tentang Aku, Jogja dan Kamu
Penulis: Prie
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button