BeritaPendidikanPratama Media News Lampung Utara

Silaturahmi dan Penyerahan Santri Baru Ponpes An-Nur

"Tradisi serah terima santri baru adalah sebagai wujud komitmen awal mutu pendidikan"

Pratama Media News, Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/07/2023) – Silaturahmi dan Penyerahan Santri Baru Ponpes An-Nur – Memasuki tahun ajaran baru pondok pesantren An-Nur mengadakan acara silaturrahim dan penyerahan santri baru kepada pengasuh pondok pada Minggu (16/07/2023) bertempat di Masjid Qatar Ponpes An-Nur, Jalan Warga Bersyukur RT.01/06 Kampung Poncol, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat yang dihadiri oleh seluruh santri dan wali santri baru.

Banner ucapan selamat datang kepada santri baru di ponpes An-Nur Ciseeng Bogor Jawa Barat – (Sumber: N.Salbiah)

Tepat pukul 10.00 WIB acara dimulai dengan diawali pembacaan Burdah yang berisi syair tentang pujian / shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Serah terima santri berjalan inovatif. Bertindak selaku pewara Ust. Reza Pahlevi yang cakap memandu acara demi acara sampai dengan selesai.

Hadir dalam forum serah terima tersebut pimpinan pondok pesantren An-Nur, KH. Ahmad Shobri Lubis, DR. KH Tubagus Abdurrahman Anwar, S.H, M.M., Ustadz Irbabulubab S.Ag., Ustadz Taupik Hidayat S.Th.I, M.M., (Kepala Sekolah Mts SA An-Nur), Ustadz Feri Firdaus S.Pd.I.,(Sekretaris pondok pesantren An-Nur), Ustadz Reza Pahlevi (Pewara).

Baca juga:
Seni Bela Diri Kempo sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler di Pondok Pesantren An-Nur, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat

Kegiatan Persami di MTs SA Pondok Pesantren An-Nur, Ciseeng, Bogor Jawa Barat

“An-Nur memiliki daya tarik tersendiri sehingga saya percaya disini (Ponpes An-Nur, red) menjadi wadah bagi anak saya untuk belajar ilmu agama sehingga nantinya akan terbentuk karakter yang lebih baik dan menjadi anak yang mandiri, berbakti kepada orang tua, agama dan bangsanya,” ungkap Iswadi Idris (wali santri asal Bandung) ketika dimintai keterangan oleh awak Pratama Media News.

Pembukaan penerimaan santri baru pondok pesantren Annur Ciseeng Bogor Jawa Barat yang diawali dengan pembacaan burdah dan sholawat Nabi Muhamad SAW – (Sumber: N.Salbiah)

Mata pelajaran di pondok pesantren An-Nur secara garis besar terdiri pelajaran fiqih, hadits, qur’an, tauhid, sastra arab, tasawuf, tafsir, pada masing-masing pelajaran tersebut pondok pesantren telah menentukan kitab yang dipakai berdasarkan jenjang kelas atau kemampuan santri. Sementara itu jumlah santri dan siswa yang ada saat ini sudah mencapai 330 orang, 240 orang adalah santri dan siswa lama, 90 orang adalah santri dan siswa yang baru masuk di tahun ajaran baru ini (2023, red).

“Seperti kita ketahui bersama bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang konservatif namun adaptif terhadap hal yang lebih baik. Ilmu duniawi dikembangkan, juga ilmu-ilmu keakhiratan. Keimanan dikuatkan keislaman ditegakkan, dan keikhsanan dikembangkan,” ucap Ustadzah Triana Adhriani, S.Pd.I., yang merupakan salah satu pengajar di Ponpes An-Nur saat dimintai keterangan.

Akad penyerahan wali santri kepada pimpinan pondok pesantren KH. Ahmad Shobri Lubis – (Sumber: N.Salbiah)

Sementara itu Ustadz Feri Firdaus S.Pd.I., selaku sekretaris ponpes menyampaikan dihadapan wali santri ucapan terimakasih telah mempercayakan anak-anak mereka dititip di ponpes An-Nur untuk dididik ilmu agama dan ilmu dunia agar sang anak kelak menjadi pribadi yang tinggi derajatnya. Pondok pesantren lembaga yang komplit, unsur pendidikan ada, unsur pengajaran juga ada.

Ustadz Feri juga menambahkan tentang peraturan dan mekanisme santri baru yg akan mondok, salah satunya adalah tidak dapat di jenguk selama 40 hari dengan tujuan membangun emosional santri agar tidak terkontaminasi dgn kehidupan di rumah. “Untuk hal-hal lainnya nanti kita dapat berkomunikasi melalui grup WhatsApp wali santri,” ujarnya mengakhiri sambutannya.

Simbolis prosesi penerimaan santri putra dan putri – (Sumber: N.Salbiah)

Dilanjutkan sambutan dari Ustadz Taupik Hidayat S.Th.I, M.M., selaku kepala sekolah Mts SA An-Nur menjelaskan tentang sekilas berdirinya MTs SA (Madrasah Tsanawiyah Satu Atap) adalah pada 2009 dengan nomor statistik madrasah 121232010272, nomor NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) 20277502 dan nomor kanwil No: D/KW.11/PT.0101/12/2009.

“MTs An-Nur ini berdiri pada 2009 dengan izin operasionalnya tanggal 31 Desember 2009. Jadi wali santri tidak usah ragu dengan keabsahan sekolah yang ada di pondok pesantren An-Nur ini, jelas izin nya, jelas statistiknya. Serta do’akan kami untuk bisa menjalankan amanah, diberi kemudahan dan kesabaran didalam mendidik anak-anak bapak ibu sekalian,” kata Ustadz Taupik.

Ustadz Feri Firdaus S.Pd.I., selaku sekretaris ponpes sedang menyampaikan sambutan – (Sumber: N.Salbiah)
Ustadz Taupik Hidayat S.Th.I, M.M., selaku kepala sekolah Mts SA An-Nur sedang menyampaikan sambutan – (Sumber: N.Salbiah)

KH. Ahmad Shobri Lubis selaku pimpinan ponpes An-Nur Ciseeng pada saat prosesi serah terima santri baru, menyampaikan dihadapan para santri dan wali santri bahwa tradisi serah terima santri baru ini adalah sebagai wujud komitmen awal mutu pendidikan.

Lebih lanjut beliau menyampaikan tentang  bagaimana besarnya pengaruh negatif teknologi jika anak hanya di besarkan di rumah. Sekaligus beliau memberikan jawaban dari keresahan para orang tua tentang image pondok yang tercoreng oleh segelintir oknum yang menyimpang baik dari ajaran maupun dari akhlak seperti penyimpangan pengajaran dan pembelajaran, isyu-isyu tentang pelecehan seksual yg dilakukan pimpinan pondok maupun guru-guru.

Pimpinan pondok pesantren An-Nur Ciseeng Bogor Jawa Barat sedang menyampaikan pesan dan nasehat kepada santri dan wali santri – (Sumber: N.Salbiah)

“Memang berita-berita itu benar adanya, namun hanya sebagian kecil dari ribuan pondok pesantren  yang ada di Indonesia, karena itu kepada para orang tua harus jeli dalam memilih lembaga pendidikan pondok pesantren. Insya Allah ponpes An-Nur akan selalu berusaha untuk menjaga moral, aqidah dan adab dari hal-hal buruk yang dapat merusak nama baik pondok pesantren,” kata KH. Ahmad Shobri Lubis.

Selama lebih kurang 2 jam pelaksanaan acara serah terima santri selesai, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan wali santi sambil melihat-lihat lokasi dan keadaan pondok serta mengantarkan para santriwan dan santiwati ke asrama masing-masing, lalu dilanjutkan dengan shalat dzuhur secara berjama’ah. (N.Salbiah)

***

Judul: Silaturahmi dan Penyerahan Santri Baru Ponpes An-Nur
Editor: Prie

Sekilas tentang penulis:

Neneng Salbiah, Pendidik Non Formal, Wirausahawati, dan Aktivis dibidang Narkotika – (Sumber: Koleksi pribadi)

Wanita dengan nama lengkap Neneng Salbiah, kelahiran Bogor, Jawa Barat, 02 Juni 1978 adalah seorang tenaga Pendidik Non Formal, Wirausahawati di bidang kuliner, Marketer Skincare SR12, Aktivis di bidang Narkotika dan Zat Akdiktif Lainnya (Narkoba).

Ibu Rumah Tangga dari satu orang putri dan satu orang putra ini juga memiliki kegemaran menulis sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas yang merupakan kegemarannya hingga saat ini.

Sebuah pepatah Arab yang sangat disukainya karena memiliki makna begitu dalam dan dijadikan oleh nya sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan, yaitu Man Jadda Wa Jadda. Ungkapan tersebut memiliki arti bahwa siapa yang bersungguh maka ia akan mendapatkan.***

Related Articles

2 Comments

  1. MasyaAllah…. Ajiibb sekali ponpes An-Nur semakin maju terimakasih penulis karena telah mempublish Artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button