Pentingnya Manasik bagi Calon Jama’ah Umroh
"Untuk seseorang yang akan berangkat umroh, setidaknya harus memahami yang dimaksud dengan manasik. Manasik sendiri berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, merupakan peragaan untuk melaksanakan haji berdasarkan rukun-rukunnya, termasuk melaksanakan ibadah umroh berdasarkan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW"
Pratama Media News, Lampung Utara, Senin (14/08/2023) – Pentingnya Manasik bagi Calon Jama’ah Umroh – Ibadah umroh dan haji adalah ibadah yang paling dinanti-nantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Meski demikian, ibadah ini memerlukan waktu, biaya, dan kemampuan fisik agar seseorang bisa menunaikannya dengan nyaman dan hikmad. Maka dari itu perlu menyiapkan banyak hal, salah satu persiapan untuk melakukan ibadah tersebut adalah Manasik, terlebih apabila perjalanan ibadah ini baru pertama kali dilakukan.

Untuk seseorang yang akan berangkat umroh, setidaknya harus memahami yang dimaksud dengan manasik. Manasik sendiri merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh calon jama’ah umroh. Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, manasik merupakan peragaan untuk melaksanakan haji berdasarkan rukun-rukunnya.

Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwa kegiatan manasik umroh juga merupakan peragaan untuk melaksanakan ibadah umroh berdasarkan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Seperti yang sedang dilakukan oleh Travel Perjalanan Haji dan Umroh “Kafilah Suci” Lampung pimpinan Drs. H. Fathur Rahman, CAH., pada Minggu siang (13/03/2023) bertempat di Masjid Ar Rahman Desa Sukajadi Kecamatan Abung Selatan terhadap hampir 30 orang calon jamaah umroh bimbingannya yang rencana pemberangkatannya pada hari Selasa (29/08/2023) pukul 09.00 WIB dari Kotabumi Lampung Utara.

Pelaksanaan manasik di pimpin langsung oleh Drs. H. Fathur Rahman dibantu oleh H. Agus Fakhroni S.Ag, C.A.U. Dalam kegiatan manasik ini para calon jama’ah mendapat sosialisasi tentang banyak hal. Diantaranya adalah peraturan yang ditetapkan kerajaan Saudi Arabia tentang pelaksanaan ibadah umroh dan pembekalan umroh berbentuk materi dan praktik, baik itu untuk menjalankan ibadah umroh berdasarkan rukun umroh, persyaratan umroh, wajib umroh, larangan saat menjalankan ibadah umroh, dan amalan sunahnya. Pembekalan dilakukan sebanyak 4 kali, sebulan sebelum keberangkatan.

Saat dimintai keterangan oleh Pratama Media News mengenai menjamurnya biro perjalanan haji dan umroh saat ini, Fathur Rahman menjelaskan hal ini terjadi salah satunya adalah karena jumlah jama’ah yang menjadi daftar tunggu haji sangat banyak dan waktu yang lama.
“Untuk sekarang saja, kalau kita mendaftar haji hari ini, untuk haji reguler khusus Lampung, diperkirakan keberangkatannya tahun 2045, dan untuk haji khusus daftar tunggunya 5 – 7 tahun.” ucapnya.
“Rata-rata mereka memang mempunyai budget lebih untuk ke Mekkah sembari menunggu jatah (jadwal haji, red) mereka tiba. Jadi para jama’ah ini beranggapan bahwa tidak masalah umroh dulu, daripada terlalu lama menahan kerinduan untuk pergi ke Mekkah. Tapi tidak sedikit juga mereka yang memang baru pertama sekali berangkat untuk umroh,” tambahnya lagi.

Ketika disinggung tentang khabar banyaknya penyedia jasa travel haji dan umroh yang berkhabar miring, dirinya menjelaskan untuk pentingnya memilih penyedia jasa yang jelas, baik secara administrasi maupun track record atau rekam jejaknya, jelas Fathur Rahman lagi sambil menunjukkan legalitas travel yang dikelolanya dan rekam jejak berupa foto-foto kegiatan pelaksanaan umroh sebelumnya di tanah suci Mekkah.
Kunjungi juga:
Kafilah Suci Lampung dalam Gambar
“Yang juga tak kalah penting penyedia jasa juga mempunyai pembimbing kegiatan manasik yang profesional, bersertifikat baik dari kementerian agama pusat, maupun dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sehingga para calon jama’ah umroh bisa mendapat pelatihan tentang persiapan pelaksanaan ibadah umroh sampai dengan pelaksanaan umroh di Mekkah nanti,” tuturnya lagi.
Lebih lanjut Fathur Rahman menjelaskan tentang tips dan persiapan umroh, karena sangat erat kaitannya dengan bulan keberangkatan.

“Bicara soal waktu, meski umroh bisa dilakukan kapan saja, pemilihan waktu sendiri sebenarnya cukup penting. Ini ada hubungannya dengan kondisi Arab Saudi yang memiliki iklim gurun. Pada musim panas (Juni-Agustus) suhu udara bisa mencapai lebih dari 45 derajat celcius. Sebaliknya pada musim dingin (Oktober-Februari) suhu pada siang hari 15-35 derajat celsius, sementara malam hari bisa mencapai 8 derajat celsius. Pada bulan Maret-Mei, cuaca Mekkah bisa dikatakan sedang, sejuk, dan lebih bersahabat.,” katanya.
Jadi sebaiknya, lanjutnya lagi, pilihlah waktu sesuai dengan kondisi tubuh. Jika kita termasuk orang yang mudah lelah, atau ingin memilih beribadah dengan cuaca bersahabat, pilihlah waktu di bulan Maret-Mei.

Soalnya, setelah melalui penerbangan yang lumayan panjang, sekitar 9 jam – 10 jam dan perbedaan waktu lebih kurang 4 jam di belakang waktu Indonesia, kita juga akan menghabiskan sebagian besar waktu nantinya dengan beribadah yang dilakukan tidak hanya di dalam masjid, tapi juga di ruang terbuka.
“Oya mas, ini ada flyer tentang jadwal keberangkatan kami, berikut besaran biaya perjalanannya, mungkin ada saudara atau kerabat yang memerlukan bisa diberikan informasi ini,” pungkas pimpinan travel perjalanan haji dan umroh “Kafilah Suci” Lampung yang beberapa waktu lalu baru saja kembali dari tanah suci Mekkah melaksanakan ibadah haji pada musim haji 2023 ini. (Prie/PMN)
***
Judul: Pentingnya Manasik bagi Calon Jama’ah Umroh
Editor: Suprianto



