Putus Rantai Penyebaran DBD Kelurahan Rejosari Lakukan Fogging
Fogging bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa yang aktif berkeliaran serta meredam masyarakat tentang kekhawatiran kasus DBD yang semakin meningkat.

Pratama Media News, Lampung Utara, Senin (3/6/2024 – Putus Rantai Penyebaran DBD Kelurahan Rejosari Lakukan Fogging – Seorang warga Jln. Pangeran Jinul Gg. Manunggal Rt. 03 Lk. 05 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Ziya Tanisha binti Feri, pada tanggal 29 Mei 2024 dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh RS. Handayani Kotabumi Lampung Utara. Setelah dilakukan beberapa hari perawatan, Ziya kini telah pulih dan kembali ke rumah.
Menindaklanjuti fenomena tersebut untuk memutus rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Lurah Rejosari Kecamatan Kotabumi, R. Rahadiyan Arisdatama, S.H bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara melalui Puskesmas Kotabumi I melakukan fogging (Pengasapan) di Rt. 03 Lk. 05 Kelurahan Rejosari Kecamatan Kotabumi, Senin (3/6/2024).

Turut hadir pada pelaksanaan fogging tersebut Lurah Rejosari, M. Rahadiyan Arisdatama, S.H.; Sekretaris Kelurahan Rejosari, Al Hoiria, S.H.; Kasi Kesra Tibum dan Linmas, Sahril, S.E.; Kepala Puskesmas Kotabumi I, Triana Putri, S.ST, M.Kes.; Ketua Lk. 05 Kelurahan Rejosari, Sabsa Rudi; Ketua Rt.03 Kelurahan Rejosari, Romli Murshaf; serta petugas fogging.
Fogging ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa yang aktif berkeliaran serta meredam masyarakat tentang kekhawatiran kasus DBD yang semakin meningkat.
Selain fogging, petugas juga melakukan penyuluhan dan edukasi tentang pencegahan DBD kepada masyarakat.
Lurah Rejosari, Rahadiyan mengimbau kepada warga masyarakat mewaspadai potensi DBD ataupun malaria dengan menerapkan bebagai upaya disaat musim penghujan yang akan datang.
“Untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD dan malaria yang dapat dilakukan masyarakat dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya.
Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Ia juga meminta agar masyarakat mempersiapkan diri saat musim penghujan.

Adapun beberapa upaya lain yang dilakukan Dinas Kesehatan Lampung Utara yaitu melakukan koordinasi dengan lintas program maupun lintas sektor terkait, promkes kesling dan PJ DBD, melakukan antisipasi timbulnya kasus DBD di masyarakat dengan beberapa kegiatan yaitu:
- Penyuluhan di Desa-Desa melalui kegiatan posyandu, posbindu, atau jika ada kegiatan lain yg melibatkan masyarakat.
- Memantau jentik nyamuk bersama kader jumantik.
- Menyiapkan rapid DBD, untuk pemeriksaan pada pasien demam yang berkunjung ke Puskesmas, dengan kriteria suspeck DBD.
“Untuk menghadapi musim penghujan kami berharap masyarakat tetap bisa menjaga lingkungan masing-masing jangan sampai ada tempat-tempat yang memungkinkan untuk berkembangbiak nyamuk,” tambah Rahadiyan setelah pelaksanaan fogging selesai dilaksanakan. (Prie/PMN).
***
Judul: Putus Rantai Penyebaran DBD Kelurahan Rejosari Lakukan Fogging
Kontributor: Romli Moershaf
Editor: Suprianto





One Comment