Jeritan Malam di Israel: Rudal Iran Mengguncang Kota-Kota Besar
Dewan Keamanan PBB telah mengadakan pertemuan darurat, sementara negara-negara besar dunia seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China terus memantau situasi. Uni Eropa dan berbagai organisasi internasional juga mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan membuka jalur diplomasi sebelum konflik meluas.

Pratama Media News, Mancanegara (18/6/2025) — Kawasan Timur Tengah kembali dilanda gejolak. Iran resmi meluncurkan serangan balasan ke Israel pada Senin malam (16/6/2025), menyusul serangan udara Israel yang lebih dulu menghantam beberapa instalasi penting milik Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan merupakan bagian dari operasi militer Iran bertajuk “True Promise 3”, melibatkan peluncuran lebih dari 100 rudal dan puluhan drone ke sejumlah kota besar di Israel, termasuk ibu kota Tel Aviv, Haifa, hingga kawasan permukiman padat di Bnei Brak.
Serangan itu menyebabkan korban jiwa di pihak Israel, termasuk seorang anak-anak, serta melukai puluhan warga lainnya. Beberapa bangunan sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum dilaporkan rusak akibat hantaman proyektil.
Militer Israel melalui juru bicaranya menyatakan bahwa sistem pertahanan Iron Dome dan Arrow berhasil menghalau sebagian besar serangan. Namun, eskalasi ini membuat wilayah Israel siaga penuh, dengan sirene peringatan terus berbunyi di berbagai kota selama beberapa jam.
Tak tinggal diam, Israel kemudian meluncurkan serangan udara balasan ke Iran, menyasar pusat-pusat militer dan pengembangan nuklir di wilayah Isfahan dan Natanz. Serangan tersebut menewaskan puluhan orang dan menghancurkan sejumlah infrastruktur penting.
Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi lebih dari 200 korban tewas, sebagian besar merupakan warga sipil. Pemerintah Iran menyebut serangan yang mereka lakukan sebagai bentuk “pembalasan proporsional” atas tindakan agresif Israel sebelumnya.
Dewan Keamanan PBB telah mengadakan pertemuan darurat, sementara negara-negara besar dunia seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China terus memantau situasi. Uni Eropa dan berbagai organisasi internasional juga mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan membuka jalur diplomasi sebelum konflik meluas.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di kedua negara masih mencekam. Jalur diplomatik tengah diuji, sementara dunia menahan napas menghadapi kemungkinan pecahnya perang terbuka skala besar di kawasan yang telah lama dilanda ketegangan. (Prie/PMN).![]()
Judul: Jeritan Malam di Israel: Rudal Iran Mengguncang Kota-Kota Besar
Editor: Suprianto




