Sejumlah Universitas Suarakan Sikap atas Kerusuhan dalam Gelombang Demonstrasi
Meski datang dari latar belakang berbeda, sikap universitas-universitas tersebut berpadu dalam satu pesan: hentikan kekerasan, dengarkan aspirasi rakyat, dan tegakkan hukum secara adil. Dunia kampus diharapkan menjadi ruang sejuk dan penuntun moral di tengah memanasnya situasi sosial-politik nasional.

Pratama Media News, Jakarta, Sabtu (6/9/2025) –Gelombang demonstrasi yang berujung kerusuhan dalam beberapa pekan terakhir memicu respons luas dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejumlah universitas menyampaikan pernyataan sikap resmi, menyoroti jatuhnya korban jiwa, tindakan represif aparat, hingga seruan menjaga demokrasi dan menghentikan kekerasan.
https://youtu.be/RZAFO4npKkU?si=_ksNlYhcBnIV8V09
Universitas Airlangga (Unair) melalui Rektor Prof. Dr. Muhammad Madyan menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam aksi massa. Unair mendesak penghentian kekerasan dan menuntut penegakan hukum yang transparan terhadap pelaku.
Sebagai langkah antisipatif, Unair sempat menerapkan perkuliahan daring pada 1–4 September 2025. Pihak kampus juga memberikan advokasi terhadap mahasiswa yang sempat ditahan aparat dan kini telah dibebaskan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, menyampaikan lima poin pernyataan sikap. Ia menyerukan agar pemimpin, penegak hukum, dan pembuat kebijakan mendengarkan aspirasi publik dengan bijaksana, berempati, dan santun dalam pelayanan.
Pakar media dari UMSurabaya juga mengingatkan pentingnya literasi media dan sikap kritis masyarakat dalam menghadapi banjir informasi pasca-kerusuhan.
Universitas Islam ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban dan mengecam perusakan fasilitas umum serta tindakan represif aparat. Rektor Dr. Warsiti mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusifitas.
Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Fakultas Hukum UGM mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menyampaikan duka cita atas wafatnya salah satu korban, sekaligus menyerukan penghentian kekerasan, revisi kebijakan yang dinilai tidak adil, serta reformasi sistem hukum tanpa intervensi.
Universitas Padjajaran (Unpad) melalui Rektor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengecam tindakan represif terhadap sivitas akademika. Ia juga menyampaikan duka atas korban jiwa dan penderitaan masyarakat selama aksi.
Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI (ILUNI FIB UI) mengecam keras perusakan cagar budaya dan benda bersejarah dalam demonstrasi. Mereka tetap mendukung aspirasi publik sepanjang disampaikan secara damai, tertib, dan beradab.
Meski datang dari latar belakang berbeda, sikap universitas-universitas tersebut berpadu dalam satu pesan: hentikan kekerasan, dengarkan aspirasi rakyat, dan tegakkan hukum secara adil. Dunia kampus diharapkan menjadi ruang sejuk dan penuntun moral di tengah memanasnya situasi sosial-politik nasional. (Prie/PMN).![]()
Judul: Sejumlah Universitas Suarakan Sikap atas Kerusuhan dalam Gelombang Demonstrasi
Editor: Suprianto




