Kepala Prokimal Lampung, Letkol Marinir Herman Sobli, Hadiri Gelaran Lomba Burung Berkicau
"Pepen juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, terutama kepada Outlet HP 321 dan PT. Gudang Garam. Pihaknya juga secara terbuka akan menerima semua kritik, masukan, saran yang bersifat konstruktif untuk perbaikan pada kegiatan event-event selanjutnya, pungkas Pepen yang juga aktif menjadi Advokat pada sebuah Lembaga Bantuan Hukum Tulang Bawang Barat"
Pratama Media News, Lampung Utara, Minggu (22/10/2023) – Kepala Prokimal Lampung, Letkol Marinir Herman Sobli, Hadiri Gelaran Lomba Burung Berkicau – Sukses, satu kata yang tepat untuk gelaran lomba burung berkicau yang dilaksanakan oleh DPC Oriq Jaya Lampung Utara dengan mengambil tajuk “Piala Ketua DPC Oriq Jaya Lampung Utara” pada Minggu (22/10/2023) dengan mengambil lokasi di “Gantangan Enterpise” Komplek GOR / Stadion Sukung Kotabumi atau berada di Jalan Etshiko Siomi Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara.

Nampak hadir pada kegiatan itu Kakimal Lampung, Letkol Marinir Herman Sobli; Polres Lampung Utara; Ketua DPC Ronggolawe Lampung Utara, Gen Denni; Peserta lomba dari kota Kotabumi dan dari luar wilayah kota Kotabumi.

Pada kesempatan tersebut Kakimal Lampung, Letkol Marinir Herman Sobli menyampaikan pesan kepada semua peserta dan penyelenggara untuk hendaknya menjunjung tinggi sikap sportifitas sehingga tercipta suasana lomba yang kondusif.
Herman juga mengatakan bahwa bila tidak berhalangan pada Minggu (19/11/2023) yang akan datang akan menggelar lomba/event burung berkicau di Markas Prokimal Lampung Utara, sebagai wadah penyaluran hobi bagi pecinta burung kicau dan sebagai ajang silaturahmi.
Kegiatan itu dipandu oleh MC, Sandi Oyiee atau yang akrab disapa Paksu. Perlombaan dipimpin oleh Tim Juri Oriq Jaya yang sudah terbukti kredibilitasnya, fair play, dan terbuka.
Peserta yang hadir selain dari peserta perseorangan juga ada peserta yang tergabung dalam Tim, seperti Tim “Paruh BC” dan “KMI”.

Dalam dunia burung berkicau, kita sangat sering mendengar istilah “setingan atau stelan”.
Apa sebenarnya arti istilah setingan atau stelan pada burung berkicau?
Setingan atau Stelan adalah suatu pola rawatan dan pola makan yang diterapkan secara konsisten pada burung untuk maksud dan kondisi tertentu.
Setingan EF (Extra Fooding) adalah pola pemberian EF (Extra Fooding) kepada burung agar birahi burung berada pada level (tingkat) yang diinginkan.

Setingan Perawatan Harian adalah pola perawatan burung sehari-hari, meliputi kebiasaan mandi dan jemur serta kondisi burung supaya kesehatan burung dan psikologis burung tetap prima.
Supaya burung rajin berkicau, pemelihara atau pemilik burung akan mengatur dengan tepat level hormon testosteron, hormon estrogen dan hormon progesterone yang ada di dalam darah burung.

Kenapa ini jadi hal yang sangat penting? Karena hormon-hormon tersebut disinyalir bertanggung jawab pada birahi atau tidaknya burung. Burung jadi lesu (drop) tidak bergairah apabila tidak birahi. Burung akan rajin berkicau apabila tingkat birahinya tepat dan burung jadi terlalu agresif apabila terlalu birahi (over birahi).
Semakin tinggi tingkat protein makanan yang diberikan, maka akan semakin banyak juga hormon-hormon vital akan terbentuk di dalam darah burung, ini akan mempengaruhi penampilannya pada saat berkicau.

Untuk itu, pemilik atau pemelihara yang akan mengikutsertakan burung peliharaannya dalam lomba pasti akan meng-adjust stelan (setingan) Extra Fooding (EF) pada tingkat atau level yang benar-benar tepat.
Menyikapi hal tersebut diatas, Panitia mencoba untuk memberikan pelayanan prima terhadap peserta lomba dengan menyediakan kebutuhan EF bagi burung-burung yang akan dilombakan yaitu dengan menyediakan secara gratis Kroto, Jangkrik, Ulat Hongkong, sampai dengan fasilitas Keramba Mandi untuk burung.
“Kebutuhan EF ini sengaja panitia sediakan secara gratis untuk peserta yang kemungkinan lupa membawa atau kehabisan. Kami coba untuk memberikan sebuah pelayanan prima kepada peserta,” ucap Marwan Affandi, S.H., selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua DPC Oriq Jaya Lampung Utara saat memberikan keterangan kepada Pratama Media News.

Marwan Affandi, atau yang akrab disapa Pepen menambahkan bahwa ada 22 kelas yang diperlombakan.
Sejak awal lomba digelar, pukul 13.00 WIB sampai dengan berakhir pukul 17.15 WIB kualitas suara burung kicauan terbaik yang dilombakan hampir merata sehingga para juri harus ekstra untuk menilai dan menentukan burung terbaik yang layak menjadi juara.
Sebanyak 22 kelas lomba yang rencana diperlombakan, hanya 13 kelas saja yang diminati oleh peserta lomba (untuk kelas burung Love Bird, Konin dan Kenari peserta tidak ada) dengan total tiket lomba terjual sebanyak 216 tiket. Perlombaan berjalan lancar dan tidak ada aksi protes dari para penghobi kicauan hingga akhir lomba dan penyerahan hadiah serta door prize.

Sampai berita ini diturunkan, Pratama Media News belum mendapatkan konfirmasi lengkap terkait pemenang lomba burung berkicau dari masing-masing kelas yang diperlombakan.
Diakhir keterangannya, Pepen, untuk dan atas nama semua pengurus DPC Oriq Jaya Lampung Utara menyampaikan ucapan terimakasih kepada peserta lomba yang telah berkesempatan hadir, sekaligus permohonan maaf atas tidak dapat hadirnya ketua DPW Oriq Lampung karena sedang menghadiri acara lain yang tidak dapat diwakilkan. Permintaan maaf juga disampaikan kepada peserta lomba apabila pelayanan yang diberikan pada kegiatan tersebut tidak maksimal.

Pepen juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, terutama kepada Outlet HP 321 dan PT. Gudang Garam. Pihaknya juga secara terbuka akan menerima semua kritik, masukan, saran yang bersifat konstruktif untuk perbaikan pada kegiatan event-event selanjutnya, pungkas Pepen yang juga aktif menjadi Advokat pada sebuah Lembaga Bantuan Hukum “Tulang Bawang Barat”. (Prie/PMN-LU)
***
Judul: Kepala Prokimal Lampung, Letkol Marinir Herman Sobli, Hadiri Gelaran Lomba Burung Berkicau
Editor: Suprianto




