Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya usai rapat menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang telah dirancang.

Pratama Media News, Jakarta, (9/9/2025) – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/2025). Rapat tersebut membahas langkah percepatan program pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
https://youtu.be/JP6AlGkFF8s?si=_DtMr58D5180BvfE
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja cepat dan terukur agar target pembangunan dapat tercapai. “Kita harus memastikan program-program yang sudah dirancang berjalan tanpa hambatan. Pemerintah hadir untuk mempercepat pemulihan dan memastikan rakyat merasakan hasilnya,” ujar Prabowo.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya usai rapat menambahkan, pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, kebijakan yang berjalan saat ini perlu dioptimalkan agar dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat.
“Kebijakan-kebijakan yang ada sekarang itu kelihatannya belum terlalu lancar diselenggarakan. Dan tadi rapat memutuskan untuk mempercepat semuanya. Itu dulu yang pertama. Jadi harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat,” kata Purbaya.
Ia juga menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit fiskal tetap sesuai ketentuan undang-undang, yakni maksimal 3 persen. “Kita akan mengikuti undang-undang yang ada. Itu bukan keputusan saya pribadi, melainkan keputusan pemerintah secara keseluruhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menepis anggapan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) otomatis memicu inflasi. Menurutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6,5–6,7 persen masih berada dalam batas aman.
“Tidak otomatis defisit APBN menyebabkan inflasi atau belanja memicu inflasi. Kita perlu melihat sisi lain, termasuk kapasitas ekonomi dalam menciptakan pertumbuhan,” paparnya.
Terkait stimulus tambahan, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan percepatan implementasi program agar mampu membuka lebih banyak lapangan kerja. “Kuncinya di situ. Berapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi sehingga lapangan kerja ada banyak. Itu yang kita kejar ke depan,” tegasnya.
Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menyebut telah berdiskusi dengan Bank Indonesia agar kebijakan pemerintah tidak mengganggu likuiditas sistem perbankan.
Menanggapi hasil rapat tersebut, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Bima Setiawan, menilai langkah pemerintah mempercepat implementasi program pembangunan merupakan strategi tepat di tengah ketidakpastian global.
“Percepatan realisasi program akan menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan. Namun, yang lebih penting adalah memastikan setiap anggaran tersalurkan tepat sasaran, khususnya pada sektor yang bisa menciptakan lapangan kerja besar,” kata Bima.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menjaga keseimbangan fiskal. “Proyeksi pertumbuhan 6,5 hingga 6,7 persen memang ambisius, tapi bukan tidak mungkin. Dengan catatan, kebijakan fiskal dan moneter harus benar-benar selaras, serta disertai pengawasan yang ketat agar defisit tetap terkendali,” tambahnya. (Prie/PMN).![]()
Judul: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Editor: Suprianto




