BeritaEkonomiPratama Media News Lampung Utara

Petani dan Aparatur Desa Ultimatum PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP): Hentikan Potongan Harga Mencekik

Rapat diakhiri dengan seruan keras dari tujuh kepala desa dan masyarakat. Mereka menuntut perusahaan segera mematuhi harga sesuai ketentuan pemerintah, menghentikan praktik buka-tutup sepihak, dan memperlakukan semua pengangkut singkong secara setara.

Pratama Media News, Blambangan Pagar, Lampung Utara, Selasa (23/9/2025) – Kemarahan petani singkong di Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, memuncak. Mereka menuntut PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP) menghentikan praktik buka-tutup pabrik secara sepihak dan pemotongan harga yang dianggap mencekik hingga 50 persen.

https://youtu.be/grQyRnePrx8?si=2mK66gE_BB5eT0dt

Rapat besar digelar di Balai Desa Blambangan, Senin (22/09/2025), dipimpin langsung Kepala Desa Blambangan, Adi Kurniawan, dan dihadiri tujuh kepala desa se-Kecamatan Blambangan Pagar, Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, serta para sopir truk pengangkut singkong.

“Kalau perusahaan tidak mau membeli, tutup saja dengan jelas. Jangan seenaknya buka-tutup, membuat petani rugi. Kami ini butuh kepastian harga sesuai aturan menteri dan gubernur, bukan dipotong sampai setengah,” tegas Adi Kurniawan dalam forum.

Para petani menyebut kondisi ini sudah tidak masuk akal. Harga singkong yang seharusnya Rp1.350 per kilogram dipotong hingga hampir separuh, ditambah biaya operasional dan risiko singkong membusuk akibat antrean panjang membuat mereka semakin terpuruk.

Ridho, salah satu sopir sekaligus pemilik lapak singkong, menyuarakan keluhannya di hadapan aparatur desa.

“Kami sudah mengeluarkan banyak biaya dari solar sampai uang keamanan. Kalau pabrik buka-tutup sesuka hati, kami yang rugi. Semua aturan antrean harus adil dan ditegakkan, jangan tebang pilih,” ujarnya.

Rapat diakhiri dengan seruan keras dari tujuh kepala desa dan masyarakat. Mereka menuntut perusahaan segera mematuhi harga sesuai ketentuan pemerintah, menghentikan praktik buka-tutup sepihak, dan memperlakukan semua pengangkut singkong secara setara.

Masyarakat juga memberi ultimatum, jika perusahaan tidak memenuhi tuntutan, mereka siap mengambil langkah lebih tegas, termasuk menghentikan pengiriman singkong ke pabrik hingga persoalan ini selesai. (Suhaili Vijay/PMN).

Judul: Petani dan Aparatur Desa Ultimatum PT Teguh Wibawa Bhakti Persada (TWBP): Hentikan Potongan Harga Mencekik
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button