BeritaKesehatanPratama Media News Lampung Utara

Putus Rantai Penyebaran DBD: Kelurahan Rejosari Lakukan Fogging

“Untuk menghadapi musim penghujan kami berharap masyarakat tetap bisa menjaga lingkungan masing-masing jangan sampai ada tempat-tempat yang memungkinkan untuk berkembangbiak nyamuk, karena fogging tidak menyelesaikan masalah, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa sedangkan jentik nyamuk tidak mati. Mari sama-sama kita mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah, mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ucap Kepala Puskesmas Kotabumi I, Triana Putri, S.ST, M.Kes.

Pratama Media News, Lampung Utara, Senin (2/12/2024) | Putus Rantai Penyebaran DBD: Kelurahan Rejosari Lakukan Fogging | Seorang warga Jln. A. Akuan Gang Maya Jaya No. 274 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Muhammad Daffa Wiratama (15) pada tanggal 8 November 2024 dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh RS. Handayani Kotabumi Lampung Utara dan menjalani rawat inap. Setelah dilakukan beberapa hari perawatan, Daffa kini telah pulih dan kembali ke rumah.

Menindaklanjuti fenomena tersebut untuk memutus rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Lurah Rejosari Kecamatan Kotabumi, R. Rahadiyan Arisdatama, S.H., bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara melalui Puskesmas Kotabumi I melakukan Fogging (Pengasapan) di Rt. 02 dan Rt. 03 Lk. 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Kotabumi, pada Senin (2/12/2024).

Flyer pencegahan perkembangan jentik nyamuk, 3M (Menguras, Mengubur, Menutup) – (Sumber: Puskesmas 1 Kotabumi/PMN)

Turut hadir pada pelaksanaan fogging tersebut Lurah Rejosari, M. Rahadiyan Arisdatama, S.H.; Sekretaris Kelurahan Rejosari, Al Hoiria, S.H.; Kasi Kesra Tibum dan Linmas, Sahril, S.E.; Kepala Puskesmas Kotabumi I, Triana Putri, S.ST, M.Kes.; Petugas Puskesmas 1, Meli dan Maria, S.E.;
Staf Kelurahan Rejosari; Ketua Rt. 03 Lk. 02, Rudi Harsono; Ketua Rt. 03 Lk. 05, Romli Murshaf; serta Petugas Fogging.

Fogging ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa yang aktif berkeliaran serta meredam masyarakat tentang kekhawatiran kasus DBD yang semakin meningkat.

Selain fogging, petugas juga melakukan penyuluhan dan edukasi tentang pencegahan DBD kepada masyarakat.

Lurah Rejosari, Rahadiyan mengimbau kepada warga masyarakat mewaspadai potensi DBD ataupun malaria dengan menerapkan berbagai upaya disaat musim penghujan yang akan datang.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kasus DBD dan malaria yang dapat dilakukan masyarakat dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya.

Petugas fogging tengah melakukan pengasapan di Kelurahan Rejosari Kotabumi Lampung Utara – (Sumber: Romli/PMN)

Rahadiyan menambahkan, mengingat hasil data yang diterima untuk Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara, Kelurahan Rejosari yang paling banyak terjangkit DBD periode Juni sampai dengan Desember 2024, ia berpesan kepada warga untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mengubur atau mendaur ulang berbagai barang yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Ia juga meminta agar masyarakat mempersiapkan diri saat musim penghujan.

Personil Kelurahan Rejosari saat persiapan pelaksanaan fogging – (Sumber: Romli/PMN)

Adapun beberapa upaya lain yang dilakukan Dinas Kesehatan Lampung Utara yaitu melakukan koordinasi dengan lintas program maupun lintas sektor terkait, promkes kesling dan PJ DBD, melakukan antisipasi timbulnya kasus DBD di masyarakat dengan beberapa kegiatan yaitu:

  1. Penyuluhan di Desa-Desa melalui kegiatan posyandu, posbindu, atau jika ada kegiatan lain yg melibatkan masyarakat.
  2. Memantau jentik nyamuk bersama kader jumantik.
  3. Menyiapkan rapid DBD, untuk pemeriksaan pada pasien demam yang berkunjung ke Puskesmas, dengan kriteria suspeck DBD.

“Untuk menghadapi musim penghujan kami berharap masyarakat tetap bisa menjaga lingkungan masing-masing jangan sampai ada tempat-tempat yang memungkinkan untuk berkembangbiak nyamuk, karena fogging tidak menyelesaikan masalah, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa sedangkan jentik nyamuk tidak mati. Mari sama-sama kita mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah, mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ucap Kepala Puskesmas Kotabumi I, Triana Putri, S.ST, M.Kes., kepada Pratama Media News usai pelaksanaan fogging.***

Judul: Putus Rantai Penyebaran DBD: Kelurahan Rejosari Lakukan Fogging
Jurnalis: Romli Moershaf
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button