ArtikelLiterasiPratama Media News Lampung UtaraReligius

Ust. Baharuddin: Hidup Seimbang Dunia dan Akherat

Islam menganjurkan keseimbangan dalam menyikapi kehidupan dunia dan akhirat. Tidak berlebihan pada dunia, sebaliknya juga tidak berlebihan pada akhirat.

Pratama Media News, Lampung Utara – Ust. Baharuddin: Hidup Seimbang Dunia dan Akherat – Manusia memang diciptakan dengan berbagai macam watak dan karakter. Berdasarkan tingkat kesadarannya, aktivitas yang dilakukan tentu juga akan berbeda-beda. Seseorang dengan kesadaran bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, akan bisa menyeimbangkan kebutuhan duniawi dengan akhiratnya. Sementara seseorang dengan tingkat kesadaran tidak berimbang, akan lebih condong memprioritaskan salah satu dari keduanya.

Ust. Baharuddin saat sedang menyampaikan khutbah jum’at di masjid An-Nur Komplek Pemda Lampung Utara, pada Jum’at (4/10/2024) – (Sumber: Prie/PMN)

Islam menganjurkan keseimbangan dalam menyikapi kehidupan dunia dan akhirat. Tidak berlebihan pada dunia, sebaliknya juga tidak berlebihan pada akhirat.

Dalam surat Al-Qashash ayat 77 Allah SWT berfirman, “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa akhirat memang telah disediakan sebagai tempat kembali, namun sebelumnya manusia juga ditakdirkan hidup di dunia. Dengan begitu, sebagaimana akhirat harus dipersiapkan, dunia juga harus dijadikan tempat mempersiapkan hidup di akhirat kelak.

Jamaah shalat jum’at di masjid An-Nur, Komplek Pemda Lampung Utara, pada Jum’at (4/10/2024) – (Sumber: Prie/PMN)

Dalam sebuah ungkapan dikatakan bahwa dunia adalah ladang akhirat (ad-dunya mazra’at al-akhirah). Maksudnya adalah bagaimana kita harus bersikap terhadap dunia untuk menjadikannya sebagai ladang di mana kita menanam berbagai amal baik untuk dipanen nantinya di akhirat.

Jika amal yang kita tanam berasal dari bibit yang kurang baik, kita harus bersiap memanen hasil yang kurang baik. Sebaliknya jika yang kita tanam berasal dari bibit yang baik, maka kita akan bergembira dengan hasil yang baik pula di akhirat kelak.

Jamaah shalat jum’at di masjid An-Nur, Komplek Pemda Lampung Utara, pada Jum’at (4/10/2024) – (Sumber: Prie/PMN)

Allah berfirman, “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun dia akan melihat (balasan)nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Demikian intisari pesan yang disampaikan oleh Ustadz Baharuddin pada khutbah jum’at di masjid An-Nur, Komplek Pemda Lampung Utara, pada Jum’at (4/10/2024).

Cuplikan audio Ust. Baharuddin saat menyampaikan khutbah jum’at di masjid An-Nur, Komplek Pemda Lampung Utara, pada Jum’at (4/10/2024) – (Sumber: Prie/PMN).

Hujan yang mengguyur pada jum’at itu menambah kekhusukan jamaah saat Ustadz Baharuddin membacakan Surah Ali Imron, ayat 17-19 pada raka’at pertama dan Surah Al-Hasyr ayat 21-24 pada raka’at kedua.

Audio Ust. Baharuddin saat menjadi imam shalat jum’at di masjid An-Nur, Komplek Pemda Lampung Utara, pada Jum’at (4/10/2024) – (Sumber: Prie/PMN).

Pada akhir shalat, Ustadz Baharuddin juga mengimami do’a untuk kesehatan, keselamatan, jamaah jum’at, keluarga, dan masyarakat kabupaten lampung utara secara umum.***

Judul: Ust. Baharuddin: Hidup Seimbang Dunia dan Akherat
Penulis: Prie
Editor: Suprianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button