Catatan Pendek Suka Duka Menjadi Bidan
"Bidan adalah wanita yang mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya. Berprofesi menjadi bidan merupakan cita-cita Misdaryana Burhanudin sejak kecil"
Pratama Media News, Lampung Utara, Senin (26/06/2023) – Catatan Pendek Suka Duka Menjadi Bidan – Tanggal 24 Juni merupakan Hari Bidan Nasional, dan tahun ini adalah peringatan yang ke-72 ulang tahun bidan nasional. HUT bidan tidak terlepas dari berdirinya hari lahir organisasi yang menaungi para bidan di Indonesia yaitu Ikatan Bidan Indonesia (IBI) 24 Juni 1951.
Tema yang diusung pada HUT Bidan Nasional tahun 2023 ini yaitu “Satukan Langkah Dalam Transformasi Kesehatan Untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti.”.
Hal ini sejalan dengan tujuan didirikannya IBI antara lain :
- Menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan serta kaum wanita pada umumnya, dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa;
- Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga;
- Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat;
- Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat.

Bidan adalah wanita yang mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya. Berprofesi menjadi bidan merupakan cita-cita Misdaryana Burhanudin sejak kecil. Kegemarannya terhadap bayi menjadi alasannya untuk terus menuntut ilmu hingga cita-citanya menjadi bidan tercapai.
Pengetahuan tentang kebidanan di awali dengan menempuh pendidikan pada salah satu Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) di kota Palembang, lalu melanjutkan pendidikan pada Akademi Kebidanan (Akbid) di kota Medan (Sumatera Utara). Tak cukup puas ia kemudian menyelesaikan S1 kebidanan melalui program Universitas Terbuka, yang kini tersematkan pada namanya Misdaryana, S.Keb.

Kepada Pratama Media News, ibu dari tiga orang anak ini usai mengikuti acara Webinar Puncak Peringatan HUT IBI ke-72 dan IDM 2023 menceritakan suka duka berprofesi sebagai bidan, dari rasa senangnya bertemu bayi-bayi lucu dan menggemaskan hingga kesibukannya yang sering membuatnya telat makan.
“Suka duka jadi bidan, sukanya bisa bantuin banyak orang terutama ibu hamil sama bayi-bayi lucu. Dukanya kadang suka nggak makan atau telat makan dan menahan kantuk kalo pas ngurusin pasien yang mau lahiran,” ujar Yanna sapaan akrabnya.

Ketika menghadapi persalinan, lanjut Yanna, menjadi kepuasan tersendiri apabila persalinan tersebut berjalan lancar dan normal. Namun, tak jarang Yanna menjumpai ibu bersalin yang lepas kontrol.
“Yang kadang nyebelin itu kalau pas lagi nasehatin pasien yang lagi proses bersalin, tiba-tiba menjawab mbak kan pernah juga melahirkan, pasti ngerasain, sakit kan mbak,” ucap Yanna.
Yanna kemudian melanjutkan ceritanya, pun kadang menjumpai hal-hal yang lucu yang terjadi saat menghadapi ibu bersalin.
“Teriak sana-sini, tendang sana-sini. Malah pernah ada Ibu yang teriak kenceng banget. Saya gak tau persis apa teriak karena kesakitan atau teriak kesel sama suami yang pada detik-detik si istri berjuang, si suami malah asik mainin handphone,” papar Yanna sambil menahan tawa.
Namun, dari pengalaman yang didapatnya, Yanna mengaku mendapat hikmah berlebih. Ia menjadi lebih banyak tahu karakter masing-masing orang sehingga ia pun lebih pandai bersikap dan menempatkan diri. Untuk menghadapi pasien yang cerewet, banyak permintaan, kelewat manja, dan apatis yang dibutuhkan kesabaran ekstra.

Tak lupa Yanna pun menyampaikan ucapan Selamat Hari Bidan ke-72, selamat kepada seluruh bidan yang bertugas di Republik Indonesia, ucap bidan cantik ini yang sejak 1988 telah berkecimpung pada aktivitas kebidanan hingga kini berhasil memiliki Klinik Bersalin dengan nama Klinik Bersalin “Permata Hati” yang berlokasi di Desa Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan kini yang bersangkutan tengah menyelesaikan program pendidikan profesi sebagai salah satu kewajiban bagi bidan yang akan membuka praktek kebidanan. (Ratu/PMN)
***
Judul: Catatan Pendek Suka Duka Menjadi Bidan
Editor: Prie




