DMI Lampung Utara Safari Subuh ke Masjid Al-Amin Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 02 Juli 2023 dipimpin oleh Ketua DMI Lampung Utara, H. Akhmad Syaibani, S.Ag, M.H.
Pratama Media News – Lampung Utara, Kotabumi, Minggu (02/07/2023) – Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Lampung Utara mempunyai program rutin yang diberi nama Safari Subuh. Pengurus mengunjungi Masjid-masjid yang ada di Kabupaten Lampung Utara setiap dua minggu sekali dengan tujuan merajut silaturahim, sekaligus pembinaan kepada jemaah dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada kesempatan kali ini, Minggu (02/07/2023) masjid yang dikunjungi adalah Masjid Al-Amin yang berada di Kelurahan Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara. Meski waktu masih menunjukkan pukul 04.00 WIB. Namun, jemaah dan Pengurus DMI Lampung Utara sudah mulai berdatangan. Rombongan Pengurus DMI Lampung Utara disambut hangat oleh pengurus masjid Al-Amin.
“Terima kasih sudah memberi kesempatan menjadi tuan rumah,” ujar Andi yang merupakan Ketua Masjid Al-Amin.


Ketua DMI Lampung Utara, H. Ahmad Syaibani, S. Ag, M.H. mengajak jemaah salat Subuh untuk selalu meningkatkan semangat, khususnya salat Subuh berjemaah karena keutamaannya luar biasa. Beliau juga menyampaikan pemberitahuan bahwa pelaksanaan kunjungan Safari Subuh kesempatan selanjutnya di Masjid Al-Hikmah, Kelurahan Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara (Minggu, 16/07/2023).
Hadir dalam kegiatan Safari Subuh itu Wakapolres Lampung Utara, Kompol Dwi Santosa, S.H. Dalam sambutannya menyampaikan pesan Kamtibmas yaitu untuk menggiatkan Ronda Malam.

“Terkait aksi pencurian belum lama ini, pelaku meninggal dunia di Semuli, sedangkan korbannya meninggal dunia di Sindang Sari. Oleh karena itu mari tingkatkan ronda malam,” ujar Kompol Dwi Santosa.
Wakapolres juga mengingatkan tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan digelar pada 2024 agar tetap menjaga kedamaian.
“Tidak lama lagi Pemilu 2024 akan di gelar. Pilihan boleh berbeda. Namun, jaga kondusifitas. Tetap jaga silaturahmi yang baik. Jangan bikin situasi lebih panas,” lanjut Wakapolres Lampung Utara tersebut.
Kompol Dwi Santosa juga menyampaikan terkait hiburan yang digelar pada acara-acara hajatan pernikahan, sunatan, dan lain-lain. Untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan dibatasi hanya sampai pukul 17.00 WIB saja.
Pada keempatan tersebut KH. Ahmad Fauzi memimpin pelaksanaan salat Subuh. Lantunan suaranya merdu saat membacakan surah Asy-Syams pada rekaat pertama, dan surah Ad-Dhuha pada rekaat kedua menambah khusuk pelaksanaan salat Subuh. Kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Ahmad Nuhman.
Dalam tausiahnya H. Ahmad Nuhman menyampaikan sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang berjalan ke masjid maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT.” (HR. Ibnu Majah dan Muslim).
“Berdasarkan hadis ini, semakin jauh kita melangkah ke masjid maka akan semakin banyak pahalanya,” ucap H. Ahmad Nuhman.
Ustaz tersebut menyampaikan sebuah ayat Al-Quran pada Surah Al-Isra ayat 78 yang berbunyi “Aqimushalata lidululika as-syamsi ila gasaqil-laili wa Qur’anal-fajri. Inna Qur’anal-fajri kana masyhuda”. Ayat tersebut artinya “Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”.

“Ayat itu tidak boleh langsung ditafsirkan dengan pendekatan mahfum mukhalafah atau pendekatan terbalik. Kalau Allah SWT menyebutkan bahwa salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat, bukan berarti salat selain Subuh tidak disaksikan,” ungkap H. Ahmad Nuhman.
Menurut H. Ahmad Nuhman, penjelasan lebih dalam tentang mengapa Allah SWT mengatakan bahwa salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat adalah karena ada momentum khusus yang terjadi saat salat Subuh. Momentum khusus pada shalat subuh karena pada waktu Subuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan juga oleh malaikat siang.
Selain itu, Ustaz tersebut juga menceritakan sahabat Nabi yang bernama Sa’ban dengan judul “Tiga Penyesalan Sya’ban”. Ketika menjelang sakaratul maut, seluruh amal perbuatan yang telah Sya’ban lakukan ditayangkan ulang oleh Allah SWT. Semua peristiwa yang disaksikan oleh Sya’ban, tidak dapat dilihat oleh orang lain. Di samping amal perbuatan, Allah juga memperlihatkan ganjaran yang Sya’ban terima.
Teriakan pertama, “Aduh, mengapa tidak lebih jauh?”
Dalam penayangan itu, Sya’ban menyaksikan suatu amal yang biasa ia lakukan setiap hari berupa perjalanannya pergi ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Dari perjalanan yang amat panjang itu, Sya’ban diperlihatkan ganjaran yang ia peroleh dari setiap langkah kakinya.
Saat ia berteriak, timbul penyesalan dalam diri Sya’ban. Andaikan jarak rumahnya dengan masjid lebih jauh lagi, tentu pahala yang ia peroleh semakin banyak dan berlipat-lipat.
Teriakan kedua, “Aduh, mengapa tidak yang baru?”
Saat musim dingin, angin menghembuskan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Sya’ban yang hendak pergi ke masjid pun kembali ke dalam rumah dan mengambil baju untuk outer. Sya’ban sengaja mengenakan baju yang baru di dalam sedangkan baju yang jelek di luar.
Sya’ban sengaja melakukannya karena nanti jika terkena debu atau kotoran di jalan hanya terkena di baju yang luar, sedangkan baju yang dalam masih bersih dan dapat digunakan untuk salat berjemaah setelah menanggalkan baju yang luar.
Di tengah perjalanan, Sya’ban menemukan seseorang yang kedinginan. Tanpa ragu, Sya’ban segera menanggalkan bajunya yang luar lalu menyelimuti orang itu sambil memapahnya menuju masjid. Orang itu selamat dari kedinginan dan dapat melaksanakan salat berjemaah.

Sya’ban melihat ganjaran yang ia terima sebagai balasan untuknya yang telah memakaikan baju yang jelek kepada orang itu. Sya’ban menyesal, seandainya ia memakaikan bajunya yang baru, pastilah ganjaran yang ia terima jauh lebih banyak lagi.
Teriakan ketiga, “Aduh, mengapa tidak semua?”
Suatu pagi, Sya’ban hendak sarapan dengan sebuah roti dan segelas susu. Roti itu dikonsumsi dengan dicelupkan terlebih dahulu ke dalam susu hangat sebelum disantap.
Sebelum memulai sarapan, datanglah pengemis di depan pintu rumah Sya’ban sambil meminta makan. Pengemis itu mengaku sudah tiga hari tidak makan sama sekali. Sya’ban pun merasa iba. Ia pun membagi rotinya menjadi dua bagian sama besar dan juga membagi susu ke dalam dua gelas yang sama banyak.
Sya’ban pun diperlihatkan ganjaran yang ia terima dari memberikan sebagian roti dan separuh susu yang hendak ia makan untuk sarapan. Andaikan ia memberikan semuanya, tentu, pahalanya jauh lebih besar lagi.

“Sya’ban menyesal bukan menyesali amal perbuatan yang telah ia lakukan. Hanya saja, ia menyesal mengapa tidak maksimal dalam melakukannya. Seandainya ia melakukan dan memberikannya secara maksimal, tentunya pahala yang ia terima juga lebih maksimal dan berlipat ganda,” kata H. Ahmad Nuhman mengakhiri tausiahnya.
Tampak hadir beberapa tokoh pada kegiatan safari subuh kali ini, Drs. K.H. Sanusi Marzuki, M.Sy (Ketua Pengadilan Agama Bandar Lampung) sekaligus memimpin Do’a; H. Nang Sukarman (PLh. Kepala Kantor Kemenag Lampung Utara); H. Mardani Umar, S.H., (Anggota DPRD Propinsi Lampung); Lurah Kelurahan Sribasuki beserta Pamong Kelurahan setempat; H. Zainul Arifin, (Komisaris BPRS Kotabumi Lampung Utara); serta H. Saiful Zainal (Pengusaha).

Seperti pada kegiatan safari subuh sebelumnya, Gerakan Infak Serba Seribu pagi itu di masjid Al-Amin berhasil mengumpulkan infak dari para jemaah sebanyak Rp 786.000 sebagai tambahan kas DMI Lampung Utara. Setelah selesai semua rangkaian kegiatan, para jeamaah dan pengurus DMI Lampung Utara beramah tamah sambil menikmati nasi uduk dan suguhan kopi hangat yang telah disiapkan oleh takmir Masjid Al-Amin. (Prie/PMN)
***
Judul: DMI Lampung Utara Safari Subuh ke Masjid Al-Amin Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara
Kontributor: Suprianto
Editor: JHK




