LiterasiPratama Media News Lampung UtaraPuisi

Aku Berpuisi

"Merupakan puisi karya Aswin, Alumni SMPN 1 Angkatan 1982, Kotabumi, Lampung Utara; Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung; Alumni Program S2 Magister Manajemen di Universitas Saburai, Bandar Lampung"

Pratama Media News, Lampung Utara, Kamis (03/08/2023) – Aku Berpuisi – Puisi merupakan satu di antara karya sastra yang berisi ungkapan atau curahan hati penulisnya. Dalam puisi biasanya menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik hingga pengalaman penyairnya, yang dikemas dengan gaya bahasa indah.

Ada banyak cara bisa dilakukan atau ditunjukkan seseorang sebagai wujud nasionalisme dan mencintai Tanah Air Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Drs. Aswin, M.M., seorang pengajar pada salah satu sekolah menengah atas di Kotabumi Lampung Utara.

Ilustrasi foto pelajar SMA mengibarkan bendera merah putih – (Sumber: Detik.com)

Baca juga: Mata Bicara

Pada 2023 ini tepatnya pada tanggal 17 Agustus yang akan datang, kemerdekaan Republik Indonesia memasuki tahun ke-78. Menyongsong momen bersejarah tersebut, Aswin mengapresiasi hari kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dengan menulis dua judul puisi tentang kemerdekaan yang diharapkan mampu menumbuhkan serta membangkitkan semangat nasionalisme.

Berikut ini dua buah judul puisi tentang semangat hari kemerdekaan karya Aswin.

Ilustrasi foto bendera merah putih di pesisir pantai – (Sumber: Pixabay.com)

Berkibarlah Benderaku

Berkibarlah bendera
Aku bangga
Sungguh gagah
Betul perkasa
Selimuti nusantara

Angin kencang
Mengibarkan bendera
Bangun negara
Adil dan makmur
Bermartabat dan mulia

Aku pejuang
Merebut masa depan
Membebaskan kemiskinan
Berperang melawan
Berkibarlah bendera

Merah putih
Warna abadi
Darah air mata
Sejarah Negeri
Indonesia abadi

Ini hari
Merdeka Indonesia
Semoga abadi
Selama lamanya
Berkibarlah bendera

Singsingkan lengan
Tegap berjalan
Barisan pasukan
Siap menghadang
Musuh ketakutan

Riuh gembira
Sangat bahagia
Sambutan rakyat
Atas kemerdekaan
Buat kita semua

Wajah dengan senyuman
Menatap masa depan
Ikut menyanyikan
Indonesia Raya
Setia pada Pancasila

Aku terpana
Sejarah bangsa
Maju tak gentar
Melawan penjajah
Merebutnya tanah
Indonesia Raya

***

Ilustrasi foto bendera merah putih dalam genggaman nasionalisme – (Sumber: Pixabay.com)

Rintihan Negeri Jajahan

Bangsa yang terjajah
Air mata dan darah
Membasahi tanah
Berapa banyak
Merah dan putih
Wajah kami

Andai tuan tuan
Bertujuan berdagang
Memperlakukan jiwa
Serendah ini
Anda adalah perompak

Anda telah berusaha
Menguasai kekuasaan
Seluruh digenggaman
Makan kami susah
Bukti sejarah binasa

Menang atau kalah
Semua kami berjuang
Merebut pusaka
Warisan orang tua
Berapa kuat bertahan

Impian kami
Segeralah kembali
Milik Pribumi
Mundur jangan disini
Berbuat jahat lagi

Senjata kami hunuskan
Mereka yang merompak
mengambil harta nusantara
Indahnya tidur akan terganggu
Bagi yang jahat
Pada kami

Ramah tamah tak berarti
Bagi penjajah
Bagi bangsa perampok
Andai bisa rasakan
Anda tak akan melakukan

Wajah anda di kenangan
Sebagai bangsa bangsa
Suka merampas kekayaan
Milik bangsa di dunia
Suatu saat anda
Akan mengalami juga

Aku pejuang
Seorang Patriot
Membela tanah air
Mati satu tumbuh seribu
Masa kelam tak terulang lagi

***

Judul: Aku Berpuisi
Pengarang: Aswin
Editor: Prie

Sekilas tentang pengarang:

Pria bernama lengkap Drs. Aswin, M.M., ini merupakan lulusan Program S1 Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung -sekarang berubah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung- Angkatan ’85.

Selanjutnya alumni SMPN 1 Kotabumi, Lampung Utara, Angkatan 1982 ini menempuh studi pascasarjana dengan mangambil Program S2 Magister Manajemen di Universitas Saburai, Kota Bandar Lampung dan lulus dengan gelar akademis M.M. (Magister Manajemen). Kini pria penggemar sastra ini berprofesi sebagai pengajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung hingga sekarang.

Aswin hidup bahagia bersama pasangan hidupnya, Dra. Baroroch, alumni Bahasa Sastra Arab IKIP Bandung Angkatan 1989. Istrinya ini juga bekerja di tempat yang sama di SMAN 3 Kotabumi.

Buah perkawinan Aswin dan Baroroch menghasilkan empat orang putra yang ganteng-ganteng. Mereka adalah putra sulung bernama Fahri Muhammad (alumni Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro), putra kedua bernama Farhan firdausi (alumni Fakultas Psikologi UPI Bandung), putra ketiga bernama Fikri Muhammad (Masih kuliah di Fakultas Teknik Kimia Universitas Lampung), dan putra bungsu bernama Fadil Fauzani (masih kuliah di ITB STEI Teknik Informatika).

***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button